Demam Gadget..

Gadget saat ini bukanlah hal yang aneh dan menjadi barang mewah di kedihudapan kita, hampir setiap hari dengan mudah dapat kita temui orang menggunakan gadget, yaa…mungkin itu adalah sebuah tanda bahwa kita memasuki era modern dengan teknologi yang lebih modern. Dulu hanya beberapa orang saja yang dapat menggunakan dan mampu membeli gadget/smartphone karena harganya yang memang cukup mahal, tetapi saat ini hal itu tidak lagi terjadi, mulai dari masyarakat kelas bawah sampai kelas atas semuanya sudah mengenal dan mempunyai gadget bahkan lebih dari satu, mulai anak balita sampai manula semuanya sibuk dengan gadget.

Pada kesempatan kali ini admin ingin berbagi info tentang bahaya gadget bagi anak-anak. Sebagai orang tua pastinya kita ingin mempunyai anak yang pintar, mampu mengikuti perkembangan zaman tetapi tidak sedikit juga orang tua yang salah kaprah tentang hal itu, masih banyak orang tua yang bangga jika anaknya yang masih balita sudah pandai bermain game di handphone, atau tablet. Tidak jarang mereka lebih memilih memberikan si anak mainan gadget agar mereka tenang melakukan aktivitas tanpa diganggu anaknya, yaa… si anak pun pasti akan senang jika mereka diberikan mainan yang memang itu sangat menyenangkan, tetapi pernahkah kita sadar bahaya besar mengancam anak-anak kita jika hal itu tidak kita kontrol..?

Membiarkan anak bermain gadget tidak sepenuhnya salah dan tidak sepenuhnya benar, hal itu akan bagus karena mengajarkan anak mengenal teknologi baru asalkan porsinya kita batasi dan kita kontrol. Tetapi hal tersebut juga justru akan menjadi malapetaka jika anak kita biarkan bermain gadget setiap hari tanpa batasan waktu yang kita kontrol. Anda mungkin bisa mengamati 2 anak yang satunya setipa hari bermain gadget dengan waktu yang lama dan satunya lagi hanya beberapa saat dan bahkan tidak sama-sekali. Anak yang frekuensi bermain gadget dengan waktu lama akan sangat mahir memainkan game bahkan mengoperasikan fitur-fitur yang ada di gadget tersebut dan sebaliknya untuk anak yang sedikit waktunya menggunakan gadget. Namun coba suatu ketika anda coba berikan mainan tradisional kepada dua anak tersebut dan amati hasilnya….80% anak yang kecanduan gadget perkembangan motoriknya akan terlambat, dia akan kebingungan tatkala kita berikan mainan tradisional seperti mobil-mobilan, boneka dll. Dia akan tampak seperti orang kebingungan, mau diapakan mainan itu, karena yang dia lakukan biasanya adalah menggerakkan jarinya untuk bermain gadget. Anak yang kecanduan gadget juga cenderung menjadi anak yang pemarah, egois, tidak peka terhadap kondisi sosial di sekitarnya.

tradisionalMainan seperti gambar di atas saat ini sudah jarang sekali anda lihat di mainkan anak-anak apalagi di lingkungan perkotaan, hal tersebut semakin menjadi pemandangan yang aneh, jadul bahkan terkesan seperti permainan konyol yang hanya dilakukan oleh orang-orang kelas bawah. Kita lebih bangga jika anak-anak kita suka bermain gadget atau jalan-jalan ke mall. Permainan tradisional memang terlihat tidak menarik, dan ehmmm…bisa dibilang terkesan “ndeso”, namun dibalik permainan-permainan itu banyak sekali pelajaran yang bisa kita peroleh untuk anak-anak kita, anak-anak akan belajar bersosialisasi, anak akan lebih banyak waktu bermain bersama teman, tau bagaimana menghadapi lingkungan sekitarnya dan tau apa itu kerjasama dan sebagainya.

Yaa.. semua itu kembali ke kita masing-masing sebagai orang tua terutama untuk lebih bersikap peduli kepada anak-anak kita demi masa depan mereka yang lebih baik.

Yukkk isi Liburan Sekolah Anak biar lebih asyik…

Libur tlah tiba…. Libur tlah tiba… hore..
Itulah sepenggal lagu anak-anak terkesan ceria yang menggambarkan keadaan akan tibanya libur sekolah. Liburan sekolah merupakan saat yang membahagiakan bagi anak-anak setelah disibukkan dengan rutinitas kegiatan belajar di sekolah. Liburan juga menjadi saat untuk mendinginkan otak setelah dipaksa keras berpikir menyelesaikan soal-soal ujian kenaikan kelas.

Sudah terpikirkan kegiatan untuk mengisi liburan nanti? Apakah mengunjungi rumah kakek dan nenek, menikmati wisata alam, atau hanya sekedar di rumah membantu pekerjaan orang tua di rumah sambil menikmati acara televisi yang biasanya dipenuhi dengan film anak-anak serta main games bersama teman-teman? Tentu banyak sekali kegiatan bermanfaat yang bisa dilakukan untuk mengisi saat liburan nanti.Apa saja itu…??

Berikut beberapa kegiatan yang dapat dilakukan saat mengisi liburan:
1. Berkebun

Berkebun akan memberikan pengalaman tersendiri bagi anak-anak. Mendidik bagaimana mereka mencintai dan melestarikan alam. Ajak anak untuk menanam sebuah tanaman bisa dimulai dari biji kemudian meminta mereka untuk merawat tanaman tersebut sampai tumbuh dengan baik, atau menunjukkan pada mereka cara merawat tanaman supaya dapat tumbuh dengan maksimal. Hal ini akan memberikan pengalaman nyata tentang pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Jika tidak punya lahan yang luas kita bisa memanfaatkan pot-pot sebagai tempat tanaman.

2. Berkunjung ke rumah saudara
Liburan akan menyenangkan saat kita bisa kembali bersilaturahmi ke saudara dalam satu atau dua hari. Saling berkunjung akan menambah erat persaudaraan dan menyambung tali silaturahmi yang sempat terputus saat disibukkan dengan aktivitas masing-masing. Ini kegiatan yang hampir selalu disampaikan anak-anak setiap kali diminta untuk menceritakan pengalaman liburan sekolah mereka.

3. Ketempat bersejarah dan museum
Museum terlihat sangat membosankan, padahal sebenarnya banyak ilmu yang dapat ditemukan anak-anak di sana. Jika kesulitan dalam menjelaskan pada anak mengenai sejarah dan isi museum, kita bisa meminta bantuan tour leader yang ada.

4. Berwisata alam
Nikmati pemandangan alam di pantai atau pegunungan akan membuat otak kita lebih segar. Alam selalu memberikan keindahan bagi penikmatnya. Berwisata alam tidak harus ditempat yang mahal. Banyak wisata alam murah yang dapat dijadikan alternatif mengisi liburan, diantaranya pergi ke sawah mengenalkan anak-anak tentang bagaimana para petani bercocok tanam, mengenal hewan dan tumbuhan apa saja yang ada di sawah sekalian memberikan pengalaman nyata pelajaran ekosistem.

5. Outbond
Melakukan aktivitas motorik sangat disukai oleh anak-anak, selain menguji ketangkasan dan kecerdasan anak, outbond juga bisa dijadikan ajang kompetisi sederhana dan membentuk jiwa kerja sama anak jika dilakukan dengan banyak teman. Namun demikian tetap harus dalam pengawasan orang tua dan pastikan fasilitas outbond aman bagi aktivitas anak.

6. Ke Taman
Anak-anak cenderung memerlukan tempat yang luas dengan suasana alam yang segar untuk lebih bisa mengekspresikan kegiatan bermain mereka. Taman mungkin bisa menjadi alternatif liburan murah dan bermanfaat untuk mengisi liburan anak anda. Di taman yang luas anak-anak dapat bermain, berlari kesana-kemari dengan bebas sehingga mereka akan merasa lebih nyaman dan bebas setelah menempuh rutinitas sekolah yang panjang.

Tentunya masih banyak lagi kegiatan liburan yang dapat dilakukan. Intinya adalah isi liburan dengan kegiatan yang asik dan menyenangkan. Selamat menikmati liburan yang menyenangkan sehingga kembali segar saat memulai aktivitas belajar.

Hal Penting yang Menentukan Karakter Anak

Sebagai orang tua mungkin pernah melihat dan menyaksikan jika antara satu anak dengan anak lain memiliki sikap dan karakter yang berbeda-beda. Entah itu, ketika si anak sedang menghadapi sebuah masalah atau dalam bersikap terhadap orang-orang sekitarnya. Contohnya ketika di sekolah, ketika Anda mengantar si buah hati pergi bersekolah, Anda mungkin melihat perbedaan sikap dan karakter antara anak Anda dengan anak-anak lainnya. Bahkan ada beberapa anak yang memberikan sikap yang berbeda pada beberapa orang, meskipun orang tersebut adalah orang yang dikenalnya, seperti teman sekelasnya atau gurunya.

Selain itu, ada juga anak yang mempunyai dua karakter. Misalnya, jika di lingkungan keluarga, maka anak tersebut akan bersikap pendiam dan pemalu, akan tetapi jika di depan temannya, anak tersebut berubah 180 derajat, menjadi anak yang aktif dan mudah bergaul. Kenapa hal tersebut bisa terjadi? Sebenarnya, pembentukan karakter anak tersebut dipengaruhi oleh beberapa hal. Apa sajakah itu?

Berikut beberapa hal yang dapat menentukan karater anak:
1. Sikap Orang Tua

Sikap orang tua sebenarnya sangat memengaruhi sikap seorang anak. Bagaimana cara orang tua mendidik dan berkomunikasi dengan anaknya, tentu akan memberikan karakter tersendiri pada pihak sang anak. Jadi, sebenarnya akan sangat bagus jika pihak orang tua bisa berkomunikasi secara rutin dan lancar dengan anak-anaknya. Selain itu, keterbukaan antara kedua belah pihak juga akan memberi hal positif pada perkembangan anak. Dengan bersikap seperti itu, maka secara tidak langsung Anda telah mengontrol keadaan sang anak, tanpa membuatnya merasa terganggu dan tertekan.

2. Lingkungan keluarga
Selain orang tua, tentunya lingkungan keluarga yang berbeda (antara keluarga ayah dengan keluarga ibu) juga turut berpengaruh pada sikap sang anak. Pada beberapa kejadian ditemui, bahwa sang anak biasanya akan lebih dekat dengan salah satu keluarga dari orang tuanya. Untuk hal ini, sebaiknya diseimbangkan antara kedekatan dengan keluarga pihak Ayah dan keluarga pihak Ibu. Akan tetapi, perlu diingat pula, jangan sampai salah satu keluarga menjadi dominan sikapnya kepada sang anak. Karena bagaimanapun juga, di dalam sebuah keluarga besar akan terjadi konflik antara satu keluarga kecil dengan keluarga kecil lainnya.

3. Lingkungan sosial
Biasanya beberapa anak akan menjadi lebih terbuka di lingkungan sosialnya atau mungkin sebaliknya (menjadi lebih tertutup). Sebenarnya, akan lebih baik jika sang anak bersikap terbuka di setiap lingkungannya, namun terbuka di sini masih dalam batasan tertentu. Jadi, jangan sampai anak terlalu terbuka di lingkungan sosial, namun tertutup di keluarga. Begitupun sebaliknya, karena hal itu tidak baik dan akan menghasilkan ketidak seimbangan pada sikapnya nanti.

4. Sikapnya sendiri
Hal ini bisa dikatakan hal yang paling penting dalam pembentukan kepribadian dirinya sendiri. Bagaimanapun sikap keluarga, lingkungan, dan sosial terhadap dirinya, itu tidak akan berguna apabila sang anak sendiri tidak mampu untuk mengatur dan memilih secara tepat mana yang harus dan mana yang tidak seharusnya diterapkan.

Dengan demikian, pada intinya, sikap orang tua, lingkungan keluarga serta lingkungan sosial anak akan sangat penting untuk pembentukan kepribadian seorang anak. Untuk itu, menjaga dan mendidik anak untuk dapat menyeimbangkan sikapnya akan menjadi modal yang baik untuk membentuk karakter anak yang baik.

Yukk Belajar Mengetik Cepat dengan Type Fu

Komputer menjadi salah satu kebutuhan utama di zaman modern saat ini. Mengerjakan tugas sekolah, tugas-tugas kantor maupun menulis surat elektronik. Hal-hal tersebut tentu memerlukan sebuah keahlian mengetik.

Keahlian mengetik sepuluh jari bukan hanya lahir dari kebiasaan, namun bisa juga karena sering latihan dan mengerti pada jari mana saja tuts keyboard seharusnya ditekan sehingga akan jauh lebih efektif dan cepat dalam mengetik.

Type-Fu

Pada artikel solusi pendidikan kali ini, kesekolah.com akan mereview aplikasi yang dapat meningkatkan skill mengetik Anda. Type-Fu merupakan aplikasi untuk melatih kemampuan mengetik Anda dengan beragam fitur menarik serta adanya fitur leveling. Jadi tidak hanya bagi para pemula, Anda juga dapat melatih kembali sejauh mana kemampuan mengetik. Cocok dimainkan oleh segala usia dan bisa memilih level sesuai kemampuan Anda.

Menyajikan beragam fitur, type-fu juga akan mendata bagian tuts mana saja yang sering terlewat / missed. Anda juga akan dihadapkan untuk menulis ulang quote terkenal yang ditampilkan di layar untuk diketik kembali oleh Anda.

Type Fu ini aplikasi berbayar. Dengan harga $9.99 Anda sudah dapat mendownload dan mengaplikasikannya di mana pun Anda berada melalui gadget dan laptop. Aplikasi ini juga bisa dimanfaatkan untuk pembelajaran komputer atau mengetik di kelas maupun di tempat les.

Dapatkan aplikasinya = di sini atau di sini

Pilih Teknologi yang Tepat untuk Kelas Anda!

Dengan teknologi edukasi yang berkembang pesat, para guru akan menemukan lebih banyak solusi untuk kelas dibandingkan sebelumnya. Ketika kita memiliki banyak pilihan, hal itu sangat bagus tapi kadang itu akan membuat guru bingung untuk memilih teknologi yang tepat untuk kelasnya.Di kemudian mungkin guru akan bertanya mengenai solusi yang ingin dipilih, cobalah untuk melihat situasi ini dari sudut pandang siswa. Solusi apa yang menurut mereka menarik dan membuat kelas lebih aktif? Apa yang membuat mereka belajar lebih giat? Apa yang mereka pikir itu akan mudah digunakan dan membantu dalam pelajaran?

Dan beberapa hal dibawah bisa digunakan ketika para guru mencoba menerapkan teknologi edukasi dalam kelas:

Cobalah satu teknologi di satu waktu. Mencoba terlalu banyak teknologi dalam satu waktu dapat menghasilkan pengalaman yang negatif. Seberapa baik teknologi yang anda gunakan dalam kurikulum harusnya menjadi pertimbangan apakah ini adalah teknologi yang tepat.

Fokus pada teknologi yang memberikan kesempatan siswa untuk melakukan kreatifitas. Pilihlah teknologi yang bisa melibatkan siswa untuk aktivitas belajar di sekolah, dengan begitu siswa bisa belajar untuk membuat sesuatu yang baru, cara terbaik untuk mempelajari suatu adalah siswa mempraktekannya sendiri.

Cari tahu bagaimana pendidik lain menggunakannya. Teknologi baru bermanfaat jika kita tahu cara yang bagus mengintegrasikannya kedalam pengajaran/kurikulum. Beberapa guru mulai menggunakan twitter dan facebook mereka untuk saling berbagi mengenai hal ini. Cara lain untuk mendapatkan ide adalah menemukannya di internet mengenai pengalaman guru yang telah memakai teknologi ini.

Test teknologi baru di sekolah sebelum menggunakannya di kelas. Pastikan bahwa teknologi ini bisa jalan sebelum menggunakannya di kelas dimana anda bisa menilai apakah anda sudah cukup mahir untuk menggunakan di kelas anda, dan periksalah kebijakan sekolah apakah teknologi tersebut boleh dijalankan di kelas.

Bersedia untuk gagal. Menambahkan konten digital kedalam pelajaran anda akan membuka pintu kesempatan berbuat kesalahan. Tetapi pendidik yang terus berusaha untuk belajar dalam menggunakan teknologi di kelas akan menemukan pengalaman yang jauh lebih besar dan berharga. Tapi pastikan anda memiliki rencana cadangan-pen dan kertas akan membantu anda di suasana sulit yang tidak bersahabat. “Alat tidak mendikte sebuah pengajaran, Alat akan memajukan pengajaran”

“Jika sebuah pencil patah, ambil pencil lainnya dan terus lanjutkan”

Mengapa Internet Sehat untuk Anak Itu Penting?

Pesatnya perkembangan dunia teknologi informasi (IT) atau internet dewasa ini,terkadang belum dibarengi dengan adanya pemahaman terhadap penggunaan internet secara baik dan sehat, khususnya bagi pengguna internet dikalangan anak usia dini. Internet merupakan salah satu kebutuhan penting manusia baik itu untuk anak-anak maupun orang tua. Karena dengan internet maka kita akan bisa mendapatkan informasi yang sangat cepat dan bisa diakses dari mana saja. Maka tak heran apabila perkembangan internet di Indonesia juga mengalami peningkatan yang luar biasa dikarenakan manfaatnya yang sangat banyak.

Meskipun internet memberikan dampak positif untuk kehidupan sehari-hari akan tetapi internet juga bisa memberikan ancaman yang luar biasa baik itu untuk keluarga ataupun anak-anak. Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya tidak terjebak ke dalam dunia internet yang cenderung merugikan. Oleh karena itu para orang tua hendaknya mengawasi aktivitas anak dalam berinternet .Kewaspadaan terhadap segala kegiatan anak dalam berselancar di dunia maya menjadi penting dikarenakan sangat beragamnya informasi yang hadir terutama informasi-informasi negatif. Informasi negatif tersebut tidak bisa dicegah namun kita hanya bisa menyaringnya baik itu dengan mengingatkan anak ataupun dengan memasang software pengaman di komputer kita.

Dalam memberikan pengawasan kepada anak hendaknya para orang tua mengutamakan kualitas daripada kuantitasnya. Para orang tua harus cerdas dalam memberikan pendidikan internet positif kepada anak. Kita bisa sedikit memberikan kebebasan kepada anak untuk bereksplorasi namun sesekali perlu untuk menemani anak berinternet untuk mencari informasi. Salah satu cara yang baik dalam menanamkan pendidikan internet positif kepada anak adalah dengan memberikan pemahaman yang baik kepada anak. Hal-hal yang baik dan buruk harus kita jelaskan kepada anak. Pondasi pertama yang harus dibangun adalah pemahaman akan agama. Dengan pemahaman agama yang baik maka si anak akan lebih mudah kita ajari untuk menfilter informasi-informasi yang tidak boleh diakses.

Hal selanjutnya yang perlu kita lakukan adalah dengan membangun komunikasi efektif kepada anak. Komunikasi ini sangat penting karena dengan komunikasi yang baik akan membuat anak lebih terbuka kepada orang tua. Diskusi aktif antara orang tua dengan anak akan membangun kedekatan dan tentunya akan membantu mengoptimalkan kecerdasan anak baik itu ketika di sekolah ataupun ketika anak mencari informasi positif di internet. Orang tua hendaknya jangan lengah dikarenakan kesibukkan aktivitasnya sehingga komunikasi kepada anak hanya sangat sedikit sekali.

Hal lain yang bisa kita lakukan yaitu dengan memasang parental software atau software pemblokiran. Hal ini bisa sedikit mengerem dan mengendalikan anak dalam mengakses ataupun anak tidak sengaja mengklik informasi negatif. Namun efektivitas alat bantu ini sangatlah minim karena anak bisa saja mengakses dari handphone ataupun anak pergi ke warnet. Oleh karena itu yang menjadi perhatian penuh adalah software yang harus terpasang pada anak kita yaitu kepandaian anak dalam memilih dan memilah informasi yang ada di internet. Selain itu dalam memberikan pengawasan kepada anak kita bisa melakukan check history browser pada komputer. Apabila kita menemukan yang negatif maka kita tidak serta merta terus memarahi anak dan memberikan pelarangan kepada anak. Tapi yang terbaik yaitu mencari solusi agar bisa bermanfaat untuk kedua belah pihak yaitu orang tua dan anak karena pelarangan bukanlah jalan yang terbaik.

Dunia intenet memang tidak bisa kita bendung, namun yang bisa kita lakukan adalah menyiapkan generasi yang siap menghadapi tantangan zaman. Internet merupakan dua mata pisau yang bisa saja melukai ataupun bisa memberikan manfaat untuk anak dan keluarga kita

Buku Kurikulum 2013 Sudah Hadir, Ingin Melihat?

Hanya dengan hitungan hari saja, kita akan siap-siap terjun ke kurikulum 2013 yang akan dilaksanakan pada pertengahan Juli nanti. Mungkin tidak sedikit diantara siswa-siswa dan guru akan bertanya-tanya tentang penerapan mata pelajaran yang akan di gunakan dalam kurikulum 2013 nanti.

Kemendikbud sebelumnya juga pernah mengatakan bahwa gaya belajar dari kurikulum 2013 akan berbeda dari kurikulum tahun-tahun sebelumnya. Kurikulum 2013 ini memiliki inti pada pembelajaran yang sederhana dan didasari orientasi pembelajaran yang tematik-integratif.

Dengan adanya Kurikulum ini diharapkan mampu mencetak generasi yang siap dalam menghadapi tantangan masa depan. Siswa juga dituntut agar mampu dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar, dan mengkomunikasikan apa yang dipelajari. Targetnya, siswa memiliki kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang lebih baik. Lebih kreatif, inovatif, dan produktif.

Tradisi kurikulum sudah dimulai sejak dahulu. Mulai dari CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif), KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi), Kurikulum 2006, Kurikulum 2008, KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) hingga Kurikulum 2013 yang akan diterapkan pada pertengahan Juli nanti.

Satu hal yang tidak dapat dipungkiri dari dunia pendidikan di Indonesia adalah cara belajar siswa semakin merosot tajam. Kreativitas siswa dibatasi. Sebagian besar siswa sekarang ini tidak cinta belajar. Sudah seharusnya kurikulum mampu mengajak siswa agar bersemangat dalam belajar. Guru yang baik adalah guru yang mampu menciptakan suasana belajar yang bergairah. Saat ini, kita membutuhkan kurikulum dan guru yang mampu menjadikan belajar sebagai kegiatan yang menyenangkan.

Saat ini, BSE (Buku Sekolah Elektronik) yang dibesut oleh Kemendikbud telah mengeluarkan beberapa buku mata pelajaran yang dapat memberikan gambaran bagaimana kurikulum yang akan berjalan di 2013 ini.

Buku elektronik ini memang dipublikasikan untuk siswa dan guru agar lebih mengenai cara pembelajaran kurikulum baru ini dan bisa diterapkan di berbagai jenjang seperti SD, SMP,SMA & SMK.

Agar tidak penasaran, yuk cari tahu cara melihat mata pelajaran yang digunakan di kurikulum 2013 berikut ini:

Untuk melihat buku mata pelajaran kurikulum 2013, silahkan anda kunjungi web resminya di laman berikut

Sumber: BSE

Perilaku Orangtua yang Membuat Anak Stres

Siapa bilang hanya orang dewasa saja yang bisa terserang stres? Anak-anak pun bisa. Biasanya orang dewasa terserang stres karena masalah pekerjaan, keuangan dan lainnya. Bagaimana dengan anak, apa pemicu stres mereka?

Rustika Thamrin, Spsi, CHt, CI, MTLT, psikolog dari Brawijaya Women and Children Hospital mengatakan faktor penyebab anak menjadi stres adalah perilaku dari orangtuanya sendiri. Menurut Rustika ada beberapa perilaku orangtua yang tidak disadari bisa menimbulkan tekanan pada anak, yang pada akhirnya mengakibatkan stres.

Berikut beberapa penyebabnya:

1.Melarang anak menangis
Semua orangtua pasti ingin anaknya menjadi anak yang hebat. Namun seringkali orangtua tidak menyadari bahwa kata-kata motivasi yang diberikan justru membebani anak, dan mungkin saja membuat mereka menjadi stres. Beban dan tekanan ini terutama dialami oleh anak laki-laki dibanding perempuan, karena di kultur Indonesia laki-laki itu dianggap mahluk yang paling kuat sehingga tidak boleh menunjukkan kelemahannya sedikit pun.

Masuknya perkataan ini ke otak anak akan membuat anak selalu menahan tangisnya, dan memendam perasaan sedihnya. Hal inilah yang membuat anak menjadi stres. Tidak heran kalau laki-laki jarang dan malu menangis, karena dari kecil sudah dijejali dengan perkataan jangan menangis. Padahal orang sah-sah saja untuk menangis dan mengeluarkan perasaan mereka. Menangis boleh saja, yang harus dikontrol adalah frekuensinya.

2.Membeda-bedakan anak
Banyak orangtua yang secara tak sadar membeda-bedakan anaknya. Meski dalam perbuatan tidak terlalu terlihat, namun intonasi suara yang turun naik ketika menghadapi kakak dan adik akan membuat anak merasakan adanya pembedaan sikap orangtua. Ketika adik kakak berkelahi biasanya nada bicara orangtua akan lebih lembut ke adik dibanding kakak, karena mengganggap bahwa kakak yang sudah lebih dewasa harus mengalah. Intonasi suara yang berbeda ketika menghadapi kakak dengan nada yang keras, dan adik dengan nada yang lembut, akan membuat si kakak merasa si adik lebih disayang dan ia pun menjadi tertekan.

3.Perilaku orangtua tidak konsisten
Menurut penelitian, anak-anak usia 1-7 tahun akan lebih mudah menyerap berbagai hal di sekitarnya melalui bahasa tubuh seseorang (90 persen), intonasi suara (7 persen), dan kata-kata (3 persen). Orangtua yang plin-plan akan membuat anak kebingungan, dan akhirnya stres karena orangtuanya tidak konsisten.Seharusnya orangtua bersikap tegas dalam mendidik anak, dan antara suami dan istri bekerjasama agar tercapai kata sepakat. Misalnya, anak dihukum ketika melakukan sebuah kesalahan. Namun ketika ia mengulangi kesalahannya, orangtua tidak menghukumnya. Bahasa tubuh orangtua yang tidak konsisten ketika menghadapi masalah yang sama, seperti kadang bersikap galak dan kadang baik, akan membuat anak tertekan.

4.Labeling pada anak
Tanpa sadar orangtua memberikan lebel negatif pada anak seperti, bodoh, nakal dan malas. Hal ini akan membuat anak merasa seperti apa yang dikatakan oleh orangtunya dan membuat sang anak jadi kurang percaya diri. Hati-hati labeling, apalagi yang diiringi dengan tindakan membanding-bandingkan anak, tak hanya membuat anak merasa tertekan, tetapi juga mengalami luka batin yang akan terbawa hingga ia dewasa.

5. Terlalu sering melarang
Ketika anak berusia 4-6 tahun, anak sedang berada dalam zona kreatif dengan peningkatan rasa ingin tahu dan ingin belajar yang sangat tinggi. Namun sikap kreatif anak dan daya ekplorasinya dianggap sebagai kenakalan lalu berusaha membatasi gerak mereka. Gunakan kata-kata lain yang lebih baik untuk mengarahkan anak, sehingga anak akan menerimanya dengan positif. Anak akan mengerti bahwa Anda melarangnya melakukan hal tersebut karena berbahaya, dan bukan karena tidak sayang pada anak.
Kalau selalu dilarang, suatu saat anak bisa mencuri-curi untuk melakukannya saat Anda tidak tahu.

Anak-anak dan dewasa memiliki pola pikir berbeda. Anak, khususnya pada balita, hanya menyerap kata-kata yang terdengar, tapi belum mampu memprosesnya dengan sempurna seperti yang dilakukan orang dewasa.

(Dikutip dari berbagai sumber)

Perilaku Orangtua yang Membuat Anak Stres

Siapa bilang hanya orang dewasa saja yang bisa terserang stres? Anak-anak pun bisa. Biasanya orang dewasa terserang stres karena masalah pekerjaan, keuangan dan lainnya. Bagaimana dengan anak, apa pemicu stres mereka?

Rustika Thamrin, Spsi, CHt, CI, MTLT, psikolog dari Brawijaya Women and Children Hospital mengatakan faktor penyebab anak menjadi stres adalah perilaku dari orangtuanya sendiri. Menurut Rustika ada beberapa perilaku orangtua yang tidak disadari bisa menimbulkan tekanan pada anak, yang pada akhirnya mengakibatkan stres.

Berikut beberapa penyebabnya:

1.Melarang anak menangis
Semua orangtua pasti ingin anaknya menjadi anak yang hebat. Namun seringkali orangtua tidak menyadari bahwa kata-kata motivasi yang diberikan justru membebani anak, dan mungkin saja membuat mereka menjadi stres. Beban dan tekanan ini terutama dialami oleh anak laki-laki dibanding perempuan, karena di kultur Indonesia laki-laki itu dianggap mahluk yang paling kuat sehingga tidak boleh menunjukkan kelemahannya sedikit pun.

Masuknya perkataan ini ke otak anak akan membuat anak selalu menahan tangisnya, dan memendam perasaan sedihnya. Hal inilah yang membuat anak menjadi stres. Tidak heran kalau laki-laki jarang dan malu menangis, karena dari kecil sudah dijejali dengan perkataan jangan menangis. Padahal orang sah-sah saja untuk menangis dan mengeluarkan perasaan mereka. Menangis boleh saja, yang harus dikontrol adalah frekuensinya.

2.Membeda-bedakan anak
Banyak orangtua yang secara tak sadar membeda-bedakan anaknya. Meski dalam perbuatan tidak terlalu terlihat, namun intonasi suara yang turun naik ketika menghadapi kakak dan adik akan membuat anak merasakan adanya pembedaan sikap orangtua. Ketika adik kakak berkelahi biasanya nada bicara orangtua akan lebih lembut ke adik dibanding kakak, karena mengganggap bahwa kakak yang sudah lebih dewasa harus mengalah. Intonasi suara yang berbeda ketika menghadapi kakak dengan nada yang keras, dan adik dengan nada yang lembut, akan membuat si kakak merasa si adik lebih disayang dan ia pun menjadi tertekan.

3.Perilaku orangtua tidak konsisten
Menurut penelitian, anak-anak usia 1-7 tahun akan lebih mudah menyerap berbagai hal di sekitarnya melalui bahasa tubuh seseorang (90 persen), intonasi suara (7 persen), dan kata-kata (3 persen). Orangtua yang plin-plan akan membuat anak kebingungan, dan akhirnya stres karena orangtuanya tidak konsisten.Seharusnya orangtua bersikap tegas dalam mendidik anak, dan antara suami dan istri bekerjasama agar tercapai kata sepakat. Misalnya, anak dihukum ketika melakukan sebuah kesalahan. Namun ketika ia mengulangi kesalahannya, orangtua tidak menghukumnya. Bahasa tubuh orangtua yang tidak konsisten ketika menghadapi masalah yang sama, seperti kadang bersikap galak dan kadang baik, akan membuat anak tertekan.

4.Labeling pada anak
Tanpa sadar orangtua memberikan lebel negatif pada anak seperti, bodoh, nakal dan malas. Hal ini akan membuat anak merasa seperti apa yang dikatakan oleh orangtunya dan membuat sang anak jadi kurang percaya diri. Hati-hati labeling, apalagi yang diiringi dengan tindakan membanding-bandingkan anak, tak hanya membuat anak merasa tertekan, tetapi juga mengalami luka batin yang akan terbawa hingga ia dewasa.

5. Terlalu sering melarang
Ketika anak berusia 4-6 tahun, anak sedang berada dalam zona kreatif dengan peningkatan rasa ingin tahu dan ingin belajar yang sangat tinggi. Namun sikap kreatif anak dan daya ekplorasinya dianggap sebagai kenakalan lalu berusaha membatasi gerak mereka. Gunakan kata-kata lain yang lebih baik untuk mengarahkan anak, sehingga anak akan menerimanya dengan positif. Anak akan mengerti bahwa Anda melarangnya melakukan hal tersebut karena berbahaya, dan bukan karena tidak sayang pada anak.
Kalau selalu dilarang, suatu saat anak bisa mencuri-curi untuk melakukannya saat Anda tidak tahu.

Anak-anak dan dewasa memiliki pola pikir berbeda. Anak, khususnya pada balita, hanya menyerap kata-kata yang terdengar, tapi belum mampu memprosesnya dengan sempurna seperti yang dilakukan orang dewasa.

(Dikutip dari berbagai sumber)

Buat Kupu-Kupu dari Kawat Yuk!

pu – kupu memang indah dilihat ketika sedang mengembangkan sayapnya. Tidak heran banyak orang yang kagum dan ingin memiliki kupu-kupu dengan cara menangkapnya. Tapi jika anda menangkap kupu-kupu secara besar-besaran bisa jadi populasi kupu-kupu akan terancam juga.

Untuk mencari kupu-kupu tidaklah harus menangkapnya. Lalu bagaimana? Kita bisa membuat tiruannya yang tidak kalah cantiknya dengan kupu-kupu yang asli. Tertarik? Yuk kita lihat tutorialnya!

Sebelum membuat kupu-kupunya, tentu saja harus siapkan bahannya seperti:

· Kawat berukuran 24
· Kertas karton berwarna (untuk warna bisa di sesuaikan sesuai dengan selera)
· Gunting
· Gelang karet silikon
· Tang
· Isolasi
· Kuas
· Spidol hitam
· Cat berwarna putih/tipe X

Sudah siapkah semua bahan-bahan diatas? Jika sudah, tidak perlu berlama-lama lagi untuk memulai pembuatan karya kreatif ini.

1. Pertama – tama, ambil kawat dan potong kawat dengan menggunakan tang untuk pembuatan sayap kupu-kupu dan badan kupu-kupu. Untuk sayap atas, potong kawat sampai 4,4 inchi (11,2 cm) dan 5 inchi(12,7 cm) untuk badan kupu-kupu.

2. Sama ratakan panjang kawat tadi dengan membuat lubang di tengah-tengah panjang kawat sehingga kawat sama panjang. Untuk membuat lubangnya, anda dapat menggunakan batang kuas agar lingkaran pada tengah-tengah kawat menjadi simetris. Setelah itu, tekuk kawat secara vertikal kebawah untuk rangka badan kupu-kupu untuk membentuk sebuah kait untuk memegang karet gelang seperti gambar.

3. Buatlah lingkaran pada kawat yang akan menjadi sayap atas kupu-kupudan lilit kandi sekitar pangkal kuas. Sambi lmembentuk lingkaran, pelintir kawat dengan menggunakan tangan untuk membentuk lingkaran, dan tekuk ekor kawat keluar untuk membentuk dasar untuk sayap.

4. Ambil karet gelang silikon dan hubungkan antara kawat untuk sayap dan kawat badan kupu-kupu sehingga karet silikon berada di tengah seperti pada gambar

5. Jika sudah, anda dapat mempersiapkan sayapnya dengan karton berwarna dan gambar sayapnya. Anda dapat membuat sayapnya dengan menggunakan corak seperti yang Anda inginkan. Sayap kupu-kupu tidaklah harus sempurna yang penting anda memiliki sifat kreatif untuk membuat sayapnya. Jika sudah potong sayapnya, untuk lebih nyata, berikan alur hitam dengan menggunakan spidol hitam di sisi luar sayap kupu-kupu atas dan bawah dan berilah titik-titik putih dengan menggunakan cat berwarna putih atau Tipe-X pada sisi luar yang telah diberi spidol seperti gambar.

6. Sesudah menghias sayapnya, sambungkan sayap dengan badan kawat dengan menggunakan lem atau isolasi. Dengan ini jadi sudah kupu-kupu yang cantik sudah anda dapatkan tanpa harus susah payah menangkap kupu-kupu.

7. Ternyata, kupu-kupu ini sayapnya bisa kita gerakan loh. Caranya, putar kepala kupu-kupu atau sayap atas sekitar 10-20 putaran lalu lepaskan ke udara. Dengan demikian seakan-akan kupu-kupunya bisa terbang. Namun perlu diketahui jika anda memutar terlalu kuat, maka kawat akan putus dengan mudah.

Selamat mencoba & semoga berhasil !

(Dikutip dari youaremyfave.com)