Yukk Belajar Mengetik Cepat dengan Type Fu

Komputer menjadi salah satu kebutuhan utama di zaman modern saat ini. Mengerjakan tugas sekolah, tugas-tugas kantor maupun menulis surat elektronik. Hal-hal tersebut tentu memerlukan sebuah keahlian mengetik.

Keahlian mengetik sepuluh jari bukan hanya lahir dari kebiasaan, namun bisa juga karena sering latihan dan mengerti pada jari mana saja tuts keyboard seharusnya ditekan sehingga akan jauh lebih efektif dan cepat dalam mengetik.

Type-Fu

Pada artikel solusi pendidikan kali ini, kesekolah.com akan mereview aplikasi yang dapat meningkatkan skill mengetik Anda. Type-Fu merupakan aplikasi untuk melatih kemampuan mengetik Anda dengan beragam fitur menarik serta adanya fitur leveling. Jadi tidak hanya bagi para pemula, Anda juga dapat melatih kembali sejauh mana kemampuan mengetik. Cocok dimainkan oleh segala usia dan bisa memilih level sesuai kemampuan Anda.

Menyajikan beragam fitur, type-fu juga akan mendata bagian tuts mana saja yang sering terlewat / missed. Anda juga akan dihadapkan untuk menulis ulang quote terkenal yang ditampilkan di layar untuk diketik kembali oleh Anda.

Type Fu ini aplikasi berbayar. Dengan harga $9.99 Anda sudah dapat mendownload dan mengaplikasikannya di mana pun Anda berada melalui gadget dan laptop. Aplikasi ini juga bisa dimanfaatkan untuk pembelajaran komputer atau mengetik di kelas maupun di tempat les.

Dapatkan aplikasinya = di sini atau di sini

Cara Mudah Buat Soal Ujian Online..!!

GOOGLE….yaa…siapa yang tidak tau dengan perusahaan raksasa satu ini. Saat ini perkembangan teknologi informasi berjalan dengan begitu cepat, infrastruktur dan layanan internet murahpun semakin marak, saatnya kita sebagai pendidik harus kreatif dan berkembang mengikuti perkembangan jaman. Google memberikan beberapa fitur gratis untuk kita yang dapat kita manfaatkan untuk pembelajaran salah satunya adalah Google Drive, aplikasi ini dapat digunakan untuk membuat soal ujian dan kuis. Melalui aplikasi Google Form dari Google Drive, guru dapat mudah membuat soal ujian/kuis secara online dan tinggal membagikannya melalui link yang dapat diakses oleh murid-murid. Aplikasi ini juga memudahkan kita dalam mendata nilai murid dan terbilang rapih tersimpan di storage Google Drive Anda.

Bagaimana cara membuat soal / kuis menggunakan Google Form? Berikut kesekolah.com merangkum langkah singkat membuat soal online menggunakan Google Form dari Google Drive:

Langkah 1: Akses Google Drive

  • Langsung ke Google Drive di laman drive.google.com/ dan login dengan akun Google Anda. Jika belum mempunyai akun, daftarkan diri Anda secara gratis.

Langkah 2: Buat Google Form

  • Untuk membuat formulir baru, yang biasa digunakan untuk membuat soal,survey maupun kuis, Anda tinggal mengklik New > More > Google Forms.

Langkah 3: Tambahkan judul, deskripsi dan pertanyaan

  • Isi judul soal Anda misalkan “Soal Ujian Biologi Bab Sistem Pencernaan”
  • Ketik soal di kolom Question Title , lalu Anda bisa mengganti tipe soal menjadi Pilihan Ganda (PG) atau Esai dengan mengaturnya di kolom Question Type lalu klik Done.
  • Tambahkan soal sesuai yang akan Anda ingin buat.

Langkah 4: Mengumpulkan Jawaban

  • Untuk mengumpulkan jawaban, klik tab Responses dan pilih Choose response destination.
  • Dari beberapa jawaban yang telah diisi/dikerjakan oleh murid, akan tersimpan dalam Spreadsheet. Select New spreadsheet, ketik nama judul lalu klik Create.

Langkah 5: Membagikan Soal / Kuis yang Sudah Dibuat

  • Setelah soal Anda selesai, klik Send form. Salin URL lalu bagikan ke murid-murid.
  • Atau, klik Embed, salin embed code, dan tempel di website Anda dimana murid bisa langsung mengerjakan langsung di website.

Selesai! Anda telah berhasil membuat soal ujian simpel dan mudah di Google Drive Anda. Selain menghemat kertas, murid juga dimudahkan dengan hanya mengerjakan di layar monitor. Semoga solusi pendidikan ini menjadikan kemudahan pembelajaran di era modern seperti sekarang ini.

Tips Cara mengajarkan Bahasa Indonesia yang menyenangkan..!!

Bagi sebagian siswa, Bahasa Indonesia merupakan pelajaran yang paling membosankan di sekolah. Mengapa tidak? Dari kelas SD sampai SMA, beberapa topik pelajaran selalu di ulang. Dan sudah setiap hari kita selalu bercakap dengan Bahasa Indonesia. Maka tak heran jika pada pelajaran ini, anak – anak tidak memperhatikan, ngantuk, bahkan cabut kelas.Hal ini membuat seorang guru Bahasa Indonesia di SMA Negeri 13 Surabaya, Jawa Timur menjadi prihatin dan mencoba mencari metode baru yang setidaknya bisa lebih menarik perhatian siswa terhadap pelajaran Bahasa Indonesia.Akhirnya, pada saat membahas topic “Mendikusikan Masalah dari Berbagai Sumber”, sang guru membuat sebuah permainan dengan nama ‘Pesawat Masalah’.

Pembelajaran dengan permainan “Pesawat Masalah” ini dimulai dengan penjelasan guru mengenai materi dan aturan permainan. Guru memandu siswa membentuk kelompok kecil yang beranggotakan 4 – 5 orang. Guru membagikan kertas kepada siswa dan siswa menuliskan satu permasalahan yang telah mereka temukan dari berbagai sumber.

Siswa selanjutnya melipat kertas masalah tersebut menjadi sebuah pesawat dengan mencantumkan nomor absen di sayapnya. Kemudian siswa berdiri membentuk lingkaran penuh dan menerbangkan pesawat secara bersamaan berdasarkan aba-aba guru.

Selanjutnya siswa langsung berlari untuk mendapatkan satu pesawat milik temannya. Siswa kembali duduk, membuka pesawat dan mempelajari permasalahan yang sudah tertulis. Bersama kelompok, masing-masing anggota menuliskan kalimat pemecahan masalah dengan singkat dan jelas.

Kelompok yang sudah selesai maju membacakan permasalahan yang ada berikut kalimat pemecahannya yang telah mereka tuliskan. Kelompok lain memberikan tanggapan.

Permainan diakhiri oleh guru dan siswa dengan menyimpulkan kegiatan pembelajaran yang baru saja dilakukan. Guru memberikan reward kepada siswa dan kelompok yang aktif memberikan tanggapan.

Pembelajaran Bahasa Indonesia dengan metode permainan “Pesawat Masalah” ini ternyata telah memberikan perubahan pada siswa dalam mengikuti pembelajaran. Siswa menjadi tertarik dan senang terhadap pelajaran Bahasa Indonesia. Mereka merasakan manfaat belajar berbahasa melalui kalimat dan tuturan yang telah mereka sampaikan. Siswa menjadi lebih aktif dan disiplin dalam pembelajaran.

Semoga metode pembelajaran “Pesawat Masalah” ini bisa bermanfaat bagi pendidik dan peserta didik dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.

(Dikutip dari wapikweb.org)

Yukk intip Tipsberikut “Meningkatkan Menulis Anak…”

Sebagai guru, tentu Anda pernah atau sering berhadapan dengan anak yang mengucapkan hal tersebut. Setiap anak tentu memiliki cara yang berbeda dalam mengungkapkan pesan dengan baik. Ada yang banyak berbicara, namun jika dihadapkan dengan pensil dan pulpen, mereka cenderung ragu dan tidak tahu apa yang harus ditulis. Lantas, bagaimana Anda sebagai guru untuk membantu sang anak dengan masalahnya dalam menulis?Berikut ini beberapa strategi yang bisa Anda coba:

1. Murid Bicara, Guru Menulis

Minta murid Anda berdiri saat Anda duduk di bangkunya. Lalu katakan padanya “Kamu bicara, saya akan menulis.” Hal ini biasanya membuat si anak lengah dan berpikir bahwa tidak ada pilihan lain selain berbicara.

2. Rekam suara

Anda bisa mencoba meminta sang anak merekam sendiri saat ia berbicara tentang karangannya. Lalu minta dia untuk menuliskan kembali apa yang ia rekam.

3. Audio Transcribe

Anda bisa gunakan aplikasi yang bisa mengubah suara menjadi tulisan (Audio Transcribe). Beberapa pilihannya yaitu PaperPortNotes, Naga NaturallySpeaking, Dictation Pro, dan VoiceTranslator. Mintalah murid Anda untuk berbicara saat Anda gunakan aplikasi audio transcribe itu. Setelah selesai transcribe, murid bisa menulis kembali dari hasil rekaman tersebut.

(Disadur dari edutopia.org)

Metode Pembelajaran di Sekolah Alam

Metode Action Learning (AL) memiliki formula L = P + Q. Rinciannya: L untuk learning, P untuk “program knowledge” yang diperoleh dari buku, majalah, internet atau televisi yang telah didisain untuk keperluan siswa atau mahasiswa, sedangkan Q adalah “the questioning process“yaitu proses bertanya tentang sesuatu yang belum terjadi. Menurut Dr. Antony Hii, perguruan tinggi dunia sekelas Harvard dan Massachussets Institute of Technology (MIT) kini telah menerapkan sistem yang serupa dengan AL, hanya saja di Harvard asas itu disebut dengan asas “what if“: belajar mengantisipasi “bagaimana jika sesuatu hal terjadi dan apa yang mungkin terjadi di masa depan.”

Bisa disimpulkan bahwa AL merupakan sebuah metode alternatif untuk melengkapi metode-metode peningkatan sumber daya manusia yang selama ini dijadikan konsep baku di seluruh dunia melalui sistem kurikulum klasikal di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi.

Mengapa menggunakan Action Learning? Kombinasi “doing” dan “thinking” pada kegiatan Action Learning menghasilkan beberapa manfaat yang unik. Seperti hal dibawah ini:

  • Ownership.
  • Creativity.
  • Communication.
  • Personal growth.
  • Application.

Di Indonesia yang sudah menggunakan metode diatas adalah Sekolah Alam. Beberapa sekolah alam menerapkan metode AL karena didukung dengan situasi dan area tempat pelajar yang menunjang aktivitas-aktivitas yang biasa digunakan metode AL. Dan ada orang tua berpendapat, “Saya tidak menginginkan nilai anak saya bagus. Yang saya inginkan anak saya memiliki karakter bagus, berakhlak, mandiri dan bertanggung jawab. Saya tidak mendapatkan pendidikan karakter, moral, akhlak dan tanggung jawab di sekolah umum. Itu poin penting mengapa saya menyekolahkan anak saya di sekolah alam.”

Keuntungan Anak Belajar di Sekolah Alam

Sekolah bermetode alam adalah bentuk pendidikan alternatif yang menggunakan alam sebagai media utama pembelajaran murid. Di sini, anak belajar dari semua makhluk yang ada di alam semesta.

Dalam konsep pendidikan sekolah alam, terdapat 3 fungsi, yakni:

• Alam sebagai ruang belajar.

• Alam sebagai media dan bahan mengajar.

• Alam sebagai objek pembelajaran.

Ciri khas sekolah:

• Para murid lebih banyak belajar di alam terbuka.

• Metode belajar mengajar lebih banyak menggunakan metode action learning, yaitu anak belajar melalui pengalaman. Jika mengalaminya secara langsung, ia akan belajar lebih bersemangat, tidak bosan, dan lebih aktif.

• Penggunaan alam sebagai media belajar bertujuan agar murid lebih peduli dengan lingkungan dan bisa menerapkan pengetahuan yang dipelajari.

Kelebihan:

• Anak tidak hanya terpaku pada teori saja, tetapi bisa mengalami langsung pengetahuan yang dipelajari.

• Meninggalkan sistem belajar mengajar konvensional, yaitu guru menerangkan dan murid mendapat pengetahuan hanya dengan mengandalkan buku panduan.

• Ruang kelas terbuka atau tidak mengungkung anak di dalam 4 sisi dinding.

Kekurangan:

Karena belajar di alam, anak dengan gaya belajar visual akan mudah terganggu oleh sesuatu yang bergerak.

Karakteristik anak yang pas:

Anak yang secara seimbang bisa menggunakan gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik.

Beberapa pilihan sekolah:

  1. Green School (KB dan TK) – Tangerang, Website: www.sekolahalamtangerang.org
  2. Green School Kulkul Campus – Bali, Website: www.greenschool.org
  3. Sekolah Alam Indonesia (KB, TK, SD, dan sekolah lanjutan) – JakSel,Website: www.sekolahalamindonesia.org
  4. Sekolah Alam Bogor (KB, TK, SD, dan anak berkebutuhan khusus) – Bogor, Website: www.sekolahalambogor.org

– See more at: http://www.kesekolah.com/solusi-pendidikan/metode-pembelajaran-action-learning-di-sekolah-alam.html#sthash.guc87Rj8.dpuf

Cara Mudah dan Menyenangkan Belajar Bahasa Indonesia

Bagi sebagian siswa, Bahasa Indonesia merupakan pelajaran yang paling membosankan di sekolah. Mengapa tidak? Dari kelas SD sampai SMA, beberapa topik pelajaran selalu di ulang. Dan sudah setiap hari kita selalu bercakap dengan Bahasa Indonesia. Maka tak heran jika pada pelajaran ini, anak – anak tidak memperhatikan, ngantuk, bahkan cabut kelas.

Hal ini membuat seorang guru Bahasa Indonesia di SMA Negeri 13 Surabaya, Jawa Timur menjadi prihatin dan mencoba mencari metode baru yang setidaknya bisa lebih menarik perhatian siswa terhadap pelajaran Bahasa Indonesia.Akhirnya, pada saat membahas topic “Mendikusikan Masalah dari Berbagai Sumber”, sang guru membuat sebuah permainan dengan nama ‘Pesawat Masalah’.

Pembelajaran dengan permainan “Pesawat Masalah” ini dimulai dengan penjelasan guru mengenai materi dan aturan permainan. Guru memandu siswa membentuk kelompok kecil yang beranggotakan 4 – 5 orang. Guru membagikan kertas kepada siswa dan siswa menuliskan satu permasalahan yang telah mereka temukan dari berbagai sumber.

Siswa selanjutnya melipat kertas masalah tersebut menjadi sebuah pesawat dengan mencantumkan nomor absen di sayapnya. Kemudian siswa berdiri membentuk lingkaran penuh dan menerbangkan pesawat secara bersamaan berdasarkan aba-aba guru.

Selanjutnya siswa langsung berlari untuk mendapatkan satu pesawat milik temannya. Siswa kembali duduk, membuka pesawat dan mempelajari permasalahan yang sudah tertulis. Bersama kelompok, masing-masing anggota menuliskan kalimat pemecahan masalah dengan singkat dan jelas.

Kelompok yang sudah selesai maju membacakan permasalahan yang ada berikut kalimat pemecahannya yang telah mereka tuliskan. Kelompok lain memberikan tanggapan.

Permainan diakhiri oleh guru dan siswa dengan menyimpulkan kegiatan pembelajaran yang baru saja dilakukan. Guru memberikan reward kepada siswa dan kelompok yang aktif memberikan tanggapan.

Pembelajaran Bahasa Indonesia dengan metode permainan “Pesawat Masalah” ini ternyata telah memberikan perubahan pada siswa dalam mengikuti pembelajaran. Siswa menjadi tertarik dan senang terhadap pelajaran Bahasa Indonesia. Mereka merasakan manfaat belajar berbahasa melalui kalimat dan tuturan yang telah mereka sampaikan. Siswa menjadi lebih aktif dan disiplin dalam pembelajaran.

Semoga metode pembelajaran “Pesawat Masalah” ini bisa bermanfaat bagi pendidik dan peserta didik dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. – See more at: http://www.kesekolah.com/solusi-pendidikan/permainan-pesawat-masalah-cara-mudah-dan-menyenangkan-belajar-bahasa-indonesia.html#sthash.dqVsESFd.dpuf

Yuk, Ajak Anak Mengenal Bintang dengan Stellarium!

Anak Anda atau mungkin Anda sendiri pecinta langit malam? Memandang langit malam yang bertabur bintang memang sangat menyenangkan, dan mungkin software yang satu ini patut Anda coba, yaitu Stellarium.

Dari namanya, stellarium berasal dari kata ‘stellar’, yang artinya bintang. Stellarium merupakan software yang mensimulasikan bintang – bintang baik siang maupun malam secara realtime atau seperti pada kondisi sesungguhnya. Tidak hanya menampilkan bintang-bintang saja, namun juga planet, galaksi, nebula, cluster dan objek astronomi lainnya.

Stellarium sendiri dikembangkan pada tahun 2001 oleh seorang programmer dari Perancis, Fabien Chéreau. Stellarium ini dikembangkan di bawah lisensi GNU (General Public License), sehingga software ini terbuka (open source) dan free!

Menarik bukan? Software ini cukup mudah untuk ditelusuri, sehingga Anda bisa mengajak anak Anda menelaah berbagai nama dan macam bintang. Anda bisa unduh pada website resminya, www.stellarium.org.

Happy Skygazing!

(Dikutip dari berbagai sumber) – See more at: http://www.kesekolah.com/solusi-pendidikan/yuk-ajak-anak-mengenal-bintang-dengan-stellarium.html#sthash.b1I4ClQv.dpuf

Ingin Menjadi Guru PAUD yang Disenangi Anak – Anak? Baca Berikut ini

Guru merupakan seseorang yang memberikan pendidikan kepada orang lain. Menjadi guru yang baik sangat penting untuk memicu pikiran dan membentuk masa depan bangsa. Kualitas yang penting dari seoang guru adalah kesabaran, pengertian, dan semangat. Guru yang baik bisa berpengaruh pada anak didiknya menjadi unggul dan berprestasi.

Tentu seorang guru ingin keberadaannya disukai anak – anak, terutama anak usia dini seperti TK atau PAUD. Sebab anak – anak usia dini memerlukan kenyamanan belajar dengan gurunya. Namun, bukan pekerjaan mudah menjadi seorang guru TK atau PAUD. Tentunya butuh kesabaran dan ketelatenan agar tujuan dari pengajaran bisa tercapai dengan baik.

Nah, berikut ini beberapa tips untuk menjadi guru yang baik dan disukai anak – anak dalam kelas:

1. Memahami kemampuan dan kondisi anak-anak

Anak-anak PAUD memiliki kemampuan, kebutuhan, dan kebiasaan yang berbeda-beda. Tugas pertama yang harus dilakukan yaitu mengidentifikasi dari kemampuan dan kondisi masing-masing anak. Tidak dianjurkan para guru untuk membanding-bandingkan anak yang satu dengan anak yang lain. Dengan pengidentifikasian ini maka kita akan mengenal karakter anak. Dengan memahami hal ini maka kita akan bisa melakukan pendekatan kepada anak-anak dengan cara yang berbeda-beda sesuai dengan karakter dan kemampuan anak. Untuk membantu lebih mengenal dengan anak maka menjalin komunikasi dengan orang tua harus dilakukan. Tanyakan tentang kondisi si anak tersebut kepada orang tuanya.

2. Menciptakan suasana belajar yang aman dan nyaman

Banyak hal yang bisa dilakukan agar kegiatan belajar mengajar menjadi menyenangkan. Yang terpenting adalah jangan memarahi anak ketika anak membuat kesalahan. Biarkan anak untuk belajar dari kesalahan-kesalahan yang telah mereka lakukan.

3. Tambah wawasan dan pengetahuan

Salah satu hal yang paling disuka anak-anak adalah cara pengajaran yang menyenangkan dan tidak monoton. Kegiatan belajar mengajar yang monoton akan membuat anak-anak cepat bosan hingga akhirnya anak-anak akan lebih senang beraktifitas sendiri-sendiri. Untuk mengantisipasi hal ini maka kita harus lebih kreatif.

4. Berikan yang terbaik

Jadilah guru yang profesional. Bedakan antara permasalahan di rumah dengan permasalahan di sekolah. Pastikan bahwa kita memiliki kesiapan untuk mengajar. Maka dari itu persiapkan secara baik materi yang akan disampaikan jauh-jauh hari agar pikiran kita bisa lebih siap untuk mengajar.

5. Sabar dan telaten

Anak-anak usia dini memang memiliki pola belajar yang berbeda bila dibandingkan dengan anak-anak SMP maupun SMA. Mengajar PAUD diperlukan kesabaran lebih karena memang anak-anak yang masih senang bermain bila dibandingkan dengan belajar. Hindari sikap kasar kepada anak dan jalinlah ikatan positif agar anak tetap nyaman bersama kita.

Menjadi guru yang disuka anak-anak memang memerlukan waktu dan proses. Banyaklah belajar dari pengalaman dan senantiasa eveluasilah hal yang sudah kita berikan baik itu untuk sekolah ataupun anak-anak.

Oleh: Feliciany H T
(Dikutip dari berbagai sumber)
– See more at: http://www.kesekolah.com/artikel-dan-berita/pendidikan/kiat-menjadi-guru-paud-yang-disenangi-anak-anak.html#sthash.3GQOY1zJ.dpuf

Ingin Memberikan Tablet PC untuk Anak? Pertimbangkan Ini Dulu..

Perkembangan pesat di zaman modern ini memang tidak dapat dihindari. Mau tak mau kita harus mengikuti arus globalisasi yang memiliki kemajuan yang cepat. Apabila kita bersikap masa bodoh untuk mengikuti perkembangan zaman, maka anda akan tergilas oleh roda zaman. Sama seperti dengan Dunia pendidikan.
Dunia pendidikan erat kaitannya dengan kemajuan zaman karena cikal bakal pesatnya teknologi yang kita rasakan manfaatnya adalah adanya pendidikan. Oleh karena itu, pendidikan juga harus mengikuti zaman. Teknologi yang diciptakan oleh orang-orang pintar digunakan untuk memudahkan kita dalam berbagi informasi dan menerima informasi.

Penggunaan teknologi berkaitan erat dengan penggunanya seperti halnya siswa. Jika dibandingkan dengan laptop, Tablet PC lah yang sering menjadi pilihan bagi siswa untuk mengenyam pendidikan karena selain mudah digunakan, tablet PC ringan dan praktis untuk dibawa kemana saja. Nah, bagi Anda yang ingin membelikan tablet PC kepada anak untuk pendidikan disekolah, Anda harus mempertimbangkan matang-matang tablet jenis apa yang cocok untuk membantu anak belajar.

Apa saja yang patut dipertimbangkan ketika memilih tablet PC untuk anak? Yuk kita lihat beberapa anjuran dalam memilih tablet PC untuk belajar.

1. Pertimbangkan tujuan penggunaan Tablet PC.
Tentukan dulu apa yang lebih dominan untuk digunakan. Misalnya untuk mencatat penjelasan guru. Maka tablet PC dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Ada beberapa aplikasi dari Tablet PC yang dapat digunakan untuk mencatat apa yang telah ditulis. Catatan atau ketikan yang telah ditulis bisa ditransfer ke memori penyimpanan dengan kabel USB. Namun apabila data file memiliki kapasitas yang agak besar, sebaiknya diperhitungkan apa saja data yang masuk agar tidak terjadi nge-hang pada tablet PC. Untuk menghindari hang pada tablet PC, Anda dapat menggunakan aplikasi Microsoft Surface RT.

2. Mobilitas dan kemudahan dalam penggunaan
Jika tablet PC hanya dibawa hanya sekali-kali saja, bukanlah suatu masalah dengan tebal dan beratnya tablet PC. Namun jika sering dibawa setiap hari, maka tablet PC bisa saja memberatkan anak-anak karena berat meskipun banyak tablet PC yang menjanjikan dengan fitur ringan dibawa.

3. Tahan lama
Ini adalah salah satu faktor penting dalam memilih tablet PC pada anak mengingat gadget satu ini memiliki harga yang bisa dikatakan mahal. Carilah tablet PC yang memiliki umur yang panjang atau tahan lama ketika digunakan sehari-hari saat disekolah maupun dirumah.

4. Pilih daya baterai yang besar
Mungkin pada bagian ini banyak orang acuh tak acuh tentang baterai atau daya pada alat elektronik seperti halnya pada tablet PC. Nah, baterailah yang membuat Anda dapat menggunakan tablet PC secara maksimal. Apabila baterai kehabisan daya, maka tablet PC tidak dapat digunakan untuk sementara waktu karena membutuhkan daya listrik. Anda akan kesal jika tablet PC yang dibutuhkan ternyata low battery. Oleh karena itu, tentukan dan pilih tablet PC yang mempunyai mAh yang besar pada tiap Tablet PC sehingga anda tak perlu khawatir tablet PC low battery ketika dibutuhkan.

Tidak lupa untuk memeriksa kelengkapan dari tablet PC yang telah anda beli nantinya seperti kabel USB dan alat charging tablet PC tersebut.

(Disadur dari Edudemic.com)

Yuk Cari Tahu Seperti Apa Pembelajaran Kolaborasi Guru dan Murid dalam Kelas

Apa yang paling ideal ketika guru ingin murid melakukan kolaborasi dalam kelas? Ini adalah contoh skenario: beberapa anak duduk dalam satu meja dan mereka terlibat dalam pengerjaan tugas dengan tingkat kesulitan tinggi, berdiskusi, berdebat mengenai sebuah isu, membuat keputusan yang terbagi dalam grup, dan atau merancang sebuah produk yang bisa menunjukkan pembelajaran dengan lebih mendalam.

Sebagai guru, mungkin akan senang melihat hal tersebut, tapi sesuatu seperti kolaborasi yang memuaskan akan membutuhkan waktu. Itu tidak akan terjadi hanya dengan mengumpulkan siswa bersama dengan sebuah teks provokasi atau tugas kelompok. (karena hal ini juga masih merupakan tantangan bagi semua orang dewasa).

Dalam menyiapkan siswa untuk kampus dan karir, skil abad 21 memaksa kita untuk mengembangkan kemampuan kolaborasi antar individu.

Jadi bagaimana kita memulai ini? Setelah kita memberikan siswa beban tugas, mereka akan tertantang untuk menyelesaikannya dalam grup, dan ini adalah beberapa saran untuk langkah yang bisa mendukung siswa dalam kolaborasi dalam kelas yang mendalam.

1. Buat Peran dalam Grup

Putuskan sebuah aturan dalam grup untuk menentukan peran masing-masing anggota, jadi ketika grup dibentuk setiap siswa akan memiliki suara dan peran masing-masing. Untuk anak (tergantung dari umurnya) mungkin akan datang dengan masalah seperti: “satu anak akan berbicara sepanjang waktu,” dan “tidak ada yang mau mengalah.” Sebuah poster tentang aturan dalam grup bisa ditampilkan jika memang diperlukan, dan bisa minta anak-anak perhatian jika siswa atau grup butuh pengingat.

Tanggung jawab adalah faktor yang penting dalam grup dengan aturan. Dengan guru harus menemukan cara kreatif dan efektif untuk memonitor banyak grup berjalan bersamaan di sebuah kelas, menunjuk peran bisa sangat membantu. Sebagai contoh, jika grup dengan jumlah anggota 4 diberi tugas membaca dan menganalisa sebuah artikel, seperti sejarah dunia, guru bisa membuat peran “investigator”,”perekam”,”ketua diskusi”, dan “reporter”. Untuk grup agar bisa sukses, setiap anak harus melaksanakan tugasnya sesuai dengan perannya masing-masing.

2. Ajarkan Murid Menjadi Pendengar yang Baik

Pendengar baik sangat jarang dan dibutuhkan di social kehidupan. Bagikan kepada siswa, bagaimana orang yang benar-benar mendengarkan membuat kontak mata, memberikan rasa empati, bertahan untuk tidak memotong pembicaraan, dan mereka dengan mudah menyukai dan menghormati orang lain.

Simpan kata terakhir adalah sebuah aktivitas hebat yang bisa membuat siswa berlatih mendengarkan. Menyediakan beberapa sesi untuk aktivitas ini untuk siswa belajar dari pengalaman dan mengevaluasi kemampuan mendengar mereka.

Anak juga membutuhkan latihan untuk menahan diri untuk tidak berbicara agar bisa menjaga perhatian mereka ketika mendengarkan. Tambahkan aturan sebelum anak bisa berbicara lagi, mereka harus menunggu 3 anggota grup lainnya berbagi pemikiran mereka terlebih dahulu.

3. Ajarkan Murid Mengenai Seni Bertanya yang Baik

Memiliki sebuah kelas khusus untuk bertanya tentang topic yang sudah ditetapkan, menuliskan setiap pertanyaan di papan tulis. Kemudian putuskan pertanyaan terbaik dan diskusikan dengan siswa mengapa pertanyaan ini terpilih. Jelaskan mengenai tipe pertanyaan yang sering kali memberikan jawaban terbaik – yang biasanya penuh pemikiran dan kadang adalah jawaban yang berani.

Uraikan bagaimana pertanyaan yang diterima dengan baik adalah yang netral dan tidak terdengar seperti pertanyaan yang menyudutkan. Kenalkan mereka dengan pertanyaan mengundang, seperti “Ketika berbicara tentang______, apa yang terlintas di benak anda? Dan, “Mengingat apa yang telah kita ketahui tentang______, bagaimana kita______? Sebagai awal, berikan contoh pertanyaan permulaan untuk siswa yang bisa digunakan oleh grup selama diskusi.

Siswa juga perlu tahu tentang waktu menunggu. Jelaskan – dan lebih baik lagi, demonstrasikan – di saat setiap orang di grup memiliki pertanyaan, dibutuhkan beberapa detik, untuk diam, beri waktu yang lain untuk berpikir.

4. Ajarkan Murid Cara Bernegosiasi

Anggota grup yang berbicara paling keras dan seringkali menuntut mungkin akan berkata banyak tapi itu tidak berarti dia meyakinkan grupnya tentang apapun. Negotiator yang baik bisa mendengarkan dengan baik, menunjukkan kesabaran dan fleksibilitas, menunjukkan ide yang dia punya dan membuat kesepakatan mengenai hal-hal tertentu, dan berpikir dalam tekanan.

Setelah berbagi daftar ini dengan siswa, ciptakan secara bersama-sama karakter baru untuk ditambahkan didalamnya. Puaskan mereka dalam aktivitas singkat “membentuk kesepakatan”. Dalam aktivitas ini, tentukan waktu 5 menit untuk grup dan rencanakan pesta ulang tahun, fieldtrip, atau makanan untuk makan siang sehingga mereka bisa mempraktikan kemampuan negosiasi mereka.

Model yang Kita Harapkan

Ketika berkaitan dengan menciptakan kolaboratif kelas tingkat tinggi, guru perlu model mendengarkan, parafrase, seni bertanya, negosiasi disetiap kesempatan yang ada. Di kelas dengan fokus siswa, guru hanya sedikit melakukan aktivitas mengajar sebenarnya. Apa yang akan sering kita lakukan adalah memfasilitasi pengalaman pembelajaran untuk semua atau sebagian grup.

Kekuatan dari Grup Pikiran

Belajar, dan belajar tingkat tinggi seperti melakukan sintesis informasi dari beberapa dokumen atau menganalisa data scientific, dapat berjalan sangat efektif ketika dilakukan dengan kolaborasi. Dua pikiran akan lebih baik dari satu. Dan akan lebih baik lagi, jika ada tiga atau empat pikiran.

Strategi dan aktivitas apa yang membantumu mengembangkan grup siswa? Dengan cara apa kolaborasi bisa menciptakan belajar yang lebih mendalam dalam kelas Anda?
(Disadur dari: edutopia.org)