Ingin Memberikan Tablet PC untuk Anak? Pertimbangkan Ini Dulu..

Perkembangan pesat di zaman modern ini memang tidak dapat dihindari. Mau tak mau kita harus mengikuti arus globalisasi yang memiliki kemajuan yang cepat. Apabila kita bersikap masa bodoh untuk mengikuti perkembangan zaman, maka anda akan tergilas oleh roda zaman. Sama seperti dengan Dunia pendidikan.
Dunia pendidikan erat kaitannya dengan kemajuan zaman karena cikal bakal pesatnya teknologi yang kita rasakan manfaatnya adalah adanya pendidikan. Oleh karena itu, pendidikan juga harus mengikuti zaman. Teknologi yang diciptakan oleh orang-orang pintar digunakan untuk memudahkan kita dalam berbagi informasi dan menerima informasi.

Penggunaan teknologi berkaitan erat dengan penggunanya seperti halnya siswa. Jika dibandingkan dengan laptop, Tablet PC lah yang sering menjadi pilihan bagi siswa untuk mengenyam pendidikan karena selain mudah digunakan, tablet PC ringan dan praktis untuk dibawa kemana saja. Nah, bagi Anda yang ingin membelikan tablet PC kepada anak untuk pendidikan disekolah, Anda harus mempertimbangkan matang-matang tablet jenis apa yang cocok untuk membantu anak belajar.

Apa saja yang patut dipertimbangkan ketika memilih tablet PC untuk anak? Yuk kita lihat beberapa anjuran dalam memilih tablet PC untuk belajar.

1. Pertimbangkan tujuan penggunaan Tablet PC.
Tentukan dulu apa yang lebih dominan untuk digunakan. Misalnya untuk mencatat penjelasan guru. Maka tablet PC dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Ada beberapa aplikasi dari Tablet PC yang dapat digunakan untuk mencatat apa yang telah ditulis. Catatan atau ketikan yang telah ditulis bisa ditransfer ke memori penyimpanan dengan kabel USB. Namun apabila data file memiliki kapasitas yang agak besar, sebaiknya diperhitungkan apa saja data yang masuk agar tidak terjadi nge-hang pada tablet PC. Untuk menghindari hang pada tablet PC, Anda dapat menggunakan aplikasi Microsoft Surface RT.

2. Mobilitas dan kemudahan dalam penggunaan
Jika tablet PC hanya dibawa hanya sekali-kali saja, bukanlah suatu masalah dengan tebal dan beratnya tablet PC. Namun jika sering dibawa setiap hari, maka tablet PC bisa saja memberatkan anak-anak karena berat meskipun banyak tablet PC yang menjanjikan dengan fitur ringan dibawa.

3. Tahan lama
Ini adalah salah satu faktor penting dalam memilih tablet PC pada anak mengingat gadget satu ini memiliki harga yang bisa dikatakan mahal. Carilah tablet PC yang memiliki umur yang panjang atau tahan lama ketika digunakan sehari-hari saat disekolah maupun dirumah.

4. Pilih daya baterai yang besar
Mungkin pada bagian ini banyak orang acuh tak acuh tentang baterai atau daya pada alat elektronik seperti halnya pada tablet PC. Nah, baterailah yang membuat Anda dapat menggunakan tablet PC secara maksimal. Apabila baterai kehabisan daya, maka tablet PC tidak dapat digunakan untuk sementara waktu karena membutuhkan daya listrik. Anda akan kesal jika tablet PC yang dibutuhkan ternyata low battery. Oleh karena itu, tentukan dan pilih tablet PC yang mempunyai mAh yang besar pada tiap Tablet PC sehingga anda tak perlu khawatir tablet PC low battery ketika dibutuhkan.

Tidak lupa untuk memeriksa kelengkapan dari tablet PC yang telah anda beli nantinya seperti kabel USB dan alat charging tablet PC tersebut.

(Disadur dari Edudemic.com)

Yuk Cari Tahu Seperti Apa Pembelajaran Kolaborasi Guru dan Murid dalam Kelas

Apa yang paling ideal ketika guru ingin murid melakukan kolaborasi dalam kelas? Ini adalah contoh skenario: beberapa anak duduk dalam satu meja dan mereka terlibat dalam pengerjaan tugas dengan tingkat kesulitan tinggi, berdiskusi, berdebat mengenai sebuah isu, membuat keputusan yang terbagi dalam grup, dan atau merancang sebuah produk yang bisa menunjukkan pembelajaran dengan lebih mendalam.

Sebagai guru, mungkin akan senang melihat hal tersebut, tapi sesuatu seperti kolaborasi yang memuaskan akan membutuhkan waktu. Itu tidak akan terjadi hanya dengan mengumpulkan siswa bersama dengan sebuah teks provokasi atau tugas kelompok. (karena hal ini juga masih merupakan tantangan bagi semua orang dewasa).

Dalam menyiapkan siswa untuk kampus dan karir, skil abad 21 memaksa kita untuk mengembangkan kemampuan kolaborasi antar individu.

Jadi bagaimana kita memulai ini? Setelah kita memberikan siswa beban tugas, mereka akan tertantang untuk menyelesaikannya dalam grup, dan ini adalah beberapa saran untuk langkah yang bisa mendukung siswa dalam kolaborasi dalam kelas yang mendalam.

1. Buat Peran dalam Grup

Putuskan sebuah aturan dalam grup untuk menentukan peran masing-masing anggota, jadi ketika grup dibentuk setiap siswa akan memiliki suara dan peran masing-masing. Untuk anak (tergantung dari umurnya) mungkin akan datang dengan masalah seperti: “satu anak akan berbicara sepanjang waktu,” dan “tidak ada yang mau mengalah.” Sebuah poster tentang aturan dalam grup bisa ditampilkan jika memang diperlukan, dan bisa minta anak-anak perhatian jika siswa atau grup butuh pengingat.

Tanggung jawab adalah faktor yang penting dalam grup dengan aturan. Dengan guru harus menemukan cara kreatif dan efektif untuk memonitor banyak grup berjalan bersamaan di sebuah kelas, menunjuk peran bisa sangat membantu. Sebagai contoh, jika grup dengan jumlah anggota 4 diberi tugas membaca dan menganalisa sebuah artikel, seperti sejarah dunia, guru bisa membuat peran “investigator”,”perekam”,”ketua diskusi”, dan “reporter”. Untuk grup agar bisa sukses, setiap anak harus melaksanakan tugasnya sesuai dengan perannya masing-masing.

2. Ajarkan Murid Menjadi Pendengar yang Baik

Pendengar baik sangat jarang dan dibutuhkan di social kehidupan. Bagikan kepada siswa, bagaimana orang yang benar-benar mendengarkan membuat kontak mata, memberikan rasa empati, bertahan untuk tidak memotong pembicaraan, dan mereka dengan mudah menyukai dan menghormati orang lain.

Simpan kata terakhir adalah sebuah aktivitas hebat yang bisa membuat siswa berlatih mendengarkan. Menyediakan beberapa sesi untuk aktivitas ini untuk siswa belajar dari pengalaman dan mengevaluasi kemampuan mendengar mereka.

Anak juga membutuhkan latihan untuk menahan diri untuk tidak berbicara agar bisa menjaga perhatian mereka ketika mendengarkan. Tambahkan aturan sebelum anak bisa berbicara lagi, mereka harus menunggu 3 anggota grup lainnya berbagi pemikiran mereka terlebih dahulu.

3. Ajarkan Murid Mengenai Seni Bertanya yang Baik

Memiliki sebuah kelas khusus untuk bertanya tentang topic yang sudah ditetapkan, menuliskan setiap pertanyaan di papan tulis. Kemudian putuskan pertanyaan terbaik dan diskusikan dengan siswa mengapa pertanyaan ini terpilih. Jelaskan mengenai tipe pertanyaan yang sering kali memberikan jawaban terbaik – yang biasanya penuh pemikiran dan kadang adalah jawaban yang berani.

Uraikan bagaimana pertanyaan yang diterima dengan baik adalah yang netral dan tidak terdengar seperti pertanyaan yang menyudutkan. Kenalkan mereka dengan pertanyaan mengundang, seperti “Ketika berbicara tentang______, apa yang terlintas di benak anda? Dan, “Mengingat apa yang telah kita ketahui tentang______, bagaimana kita______? Sebagai awal, berikan contoh pertanyaan permulaan untuk siswa yang bisa digunakan oleh grup selama diskusi.

Siswa juga perlu tahu tentang waktu menunggu. Jelaskan – dan lebih baik lagi, demonstrasikan – di saat setiap orang di grup memiliki pertanyaan, dibutuhkan beberapa detik, untuk diam, beri waktu yang lain untuk berpikir.

4. Ajarkan Murid Cara Bernegosiasi

Anggota grup yang berbicara paling keras dan seringkali menuntut mungkin akan berkata banyak tapi itu tidak berarti dia meyakinkan grupnya tentang apapun. Negotiator yang baik bisa mendengarkan dengan baik, menunjukkan kesabaran dan fleksibilitas, menunjukkan ide yang dia punya dan membuat kesepakatan mengenai hal-hal tertentu, dan berpikir dalam tekanan.

Setelah berbagi daftar ini dengan siswa, ciptakan secara bersama-sama karakter baru untuk ditambahkan didalamnya. Puaskan mereka dalam aktivitas singkat “membentuk kesepakatan”. Dalam aktivitas ini, tentukan waktu 5 menit untuk grup dan rencanakan pesta ulang tahun, fieldtrip, atau makanan untuk makan siang sehingga mereka bisa mempraktikan kemampuan negosiasi mereka.

Model yang Kita Harapkan

Ketika berkaitan dengan menciptakan kolaboratif kelas tingkat tinggi, guru perlu model mendengarkan, parafrase, seni bertanya, negosiasi disetiap kesempatan yang ada. Di kelas dengan fokus siswa, guru hanya sedikit melakukan aktivitas mengajar sebenarnya. Apa yang akan sering kita lakukan adalah memfasilitasi pengalaman pembelajaran untuk semua atau sebagian grup.

Kekuatan dari Grup Pikiran

Belajar, dan belajar tingkat tinggi seperti melakukan sintesis informasi dari beberapa dokumen atau menganalisa data scientific, dapat berjalan sangat efektif ketika dilakukan dengan kolaborasi. Dua pikiran akan lebih baik dari satu. Dan akan lebih baik lagi, jika ada tiga atau empat pikiran.

Strategi dan aktivitas apa yang membantumu mengembangkan grup siswa? Dengan cara apa kolaborasi bisa menciptakan belajar yang lebih mendalam dalam kelas Anda?
(Disadur dari: edutopia.org)