Pilih Teknologi yang Tepat untuk Kelas Anda!

Dengan teknologi edukasi yang berkembang pesat, para guru akan menemukan lebih banyak solusi untuk kelas dibandingkan sebelumnya. Ketika kita memiliki banyak pilihan, hal itu sangat bagus tapi kadang itu akan membuat guru bingung untuk memilih teknologi yang tepat untuk kelasnya.Di kemudian mungkin guru akan bertanya mengenai solusi yang ingin dipilih, cobalah untuk melihat situasi ini dari sudut pandang siswa. Solusi apa yang menurut mereka menarik dan membuat kelas lebih aktif? Apa yang membuat mereka belajar lebih giat? Apa yang mereka pikir itu akan mudah digunakan dan membantu dalam pelajaran?

Dan beberapa hal dibawah bisa digunakan ketika para guru mencoba menerapkan teknologi edukasi dalam kelas:

Cobalah satu teknologi di satu waktu. Mencoba terlalu banyak teknologi dalam satu waktu dapat menghasilkan pengalaman yang negatif. Seberapa baik teknologi yang anda gunakan dalam kurikulum harusnya menjadi pertimbangan apakah ini adalah teknologi yang tepat.

Fokus pada teknologi yang memberikan kesempatan siswa untuk melakukan kreatifitas. Pilihlah teknologi yang bisa melibatkan siswa untuk aktivitas belajar di sekolah, dengan begitu siswa bisa belajar untuk membuat sesuatu yang baru, cara terbaik untuk mempelajari suatu adalah siswa mempraktekannya sendiri.

Cari tahu bagaimana pendidik lain menggunakannya. Teknologi baru bermanfaat jika kita tahu cara yang bagus mengintegrasikannya kedalam pengajaran/kurikulum. Beberapa guru mulai menggunakan twitter dan facebook mereka untuk saling berbagi mengenai hal ini. Cara lain untuk mendapatkan ide adalah menemukannya di internet mengenai pengalaman guru yang telah memakai teknologi ini.

Test teknologi baru di sekolah sebelum menggunakannya di kelas. Pastikan bahwa teknologi ini bisa jalan sebelum menggunakannya di kelas dimana anda bisa menilai apakah anda sudah cukup mahir untuk menggunakan di kelas anda, dan periksalah kebijakan sekolah apakah teknologi tersebut boleh dijalankan di kelas.

Bersedia untuk gagal. Menambahkan konten digital kedalam pelajaran anda akan membuka pintu kesempatan berbuat kesalahan. Tetapi pendidik yang terus berusaha untuk belajar dalam menggunakan teknologi di kelas akan menemukan pengalaman yang jauh lebih besar dan berharga. Tapi pastikan anda memiliki rencana cadangan-pen dan kertas akan membantu anda di suasana sulit yang tidak bersahabat. “Alat tidak mendikte sebuah pengajaran, Alat akan memajukan pengajaran”

“Jika sebuah pencil patah, ambil pencil lainnya dan terus lanjutkan”

Kabar Gembira

Untuk memenuhi perkambangan teknologi dan informasi, software sekolah terus berupaya untuk selalu berinovasi dan mengikuti perkembanga jaman. Saat ini Software Sekolah telah meluncurkan fitur baru berupa sinkronisasi data absensi siswa dari mesin sidik jari ke Layanan Software Sekolah Online yang dapat dilakukan secara real time, berlangsung secara online. Kemudian apa yang bisa di berikan dengan adanya fitur baru ini??

  1. Data Absensi dari mesin sidik jari yang ada di sekolah akan tersinkronisasi secara otomatis dengan layanan Software Sekolah Online.
  2. Orang tua siswa yang Anaknya tidak masuk sekolah akan langsung mendapatkan informasi status absensi Anaknya dengan cepat & realtime melalui SMS sesuai dengan status absensi hari tersebut.
  3. Petugas TU / wali kelas tidak perlu lagi mencatat data absensi siswa secara manual karena semuanya telah tersaji dalam sebuah laporan yang real time.

Sidik_Jari

 

APA LAGI YANG ANDA TUNGGU??? SEGERA UPDATE ABSENSI SEKOLAH ANDA DENGAN LAYANAN TERBARU KAMI…

Apa Saja yang Perlu dan Penting dalam Perubahan di Sekolah?

Sekolah yang begitu-begitu saja akan ditinggal oleh orang tua siswa yang percaya dan selama ini mendukung perubahan di sekolah.Hal-hal apa saja yang penting dan perlu dalam perubahan di sekolah? Berikut ini adalah pemaparannya:

1. Harus punya arah

Jika tidak punya arah maka guru akan kebingungan, orang tua siswa menjadi tidak pasti, pendanaan menjadi mubazir dan tidak efektif.

2. Mesti ada keberanian

Saat perubahan terjadi mungkin guru akan gelisah dan curiga, orang tua siswa mempertanyakan. Jadi sekolah harus punya keberanian untuk mempertanggungjawabkan perubahan yang dilakukan.

3.Mesti kreatif.

Tanpa kreativitas perubahan akan jadi pekerjaan yang tidak ada habisnya dan semua orang akan kelelahan.

4.Orang yg melaksanakan mesti tahan banting.

Jika untuk tujuan benar walau hanya 1 orang yang mendukung harus jalan terus.

(Penulis adalah Kepala Sekolah Ananda Islamic School)
Blog: gurukreatif.wordpress.com

Kenali 3 Cara Belajar Anak

Setiap anak memiliki cara belajarnya sendiri, itulah mengapa ada anak yang sangat sulit jika disuruh belajar dari buku, ada juga yang baru dapat mengerti jika dijelaskan sambil mempraktikkannya langsung, dan ada juga yang suka belajar yang materinya dalam bentuk video .

Sebenarnya banyak sekali teknik teknik belajar anak sesuai dengan caranya sendiri, tetapi secara gambaran besar cara belajar anak dapat digolongkan menjadi, visual, auditory dan kinestetik. Masing masing tipe memiliki kelebihan dan kekurangan. Berikut ini penjelasannya.

1. Visual Cara belajar anak visual biasanya lebih mudah dan cepat memahami dengan membaca atau melihat terlebih dahulu. Diperkirakan, sebanyak 80% pelajaran dapat dimengerti melalui penglihatannya. Membaca buku dan melihat gambar adalah cara yang paling disukainya. Jika Anda sebagai pengajar dikelas ada siswa yang senang duduk di bangku paling depan besar kemungkinan dia adalah tipe visual ini. Mereka dapat mengingat apa yang dibacanya dan mudah menulis ulang tetapi lemah jika di intruksi secara lisan.

2. Auditory Cara belajar auditory sangat mengandalkan indera pendengaran. Mereka lebih suka dijelaskan secara lisan. Karakteristik model belajar ini benar – benar menggunakan pendengaran sebagai alat utama untuk belajar. Kekurangan dari model belajar ini adalah kesulitan untuk menyerap informasi dalam bentuk tulisan secara langsung. Coba Anda tanyakan apakah dia lebih suka menyimak pelajaran dari papan tulis atau didikte oleh gurunya.

3. Kinestetik Anak tipe kinestetik cenderung tidak bisa diam karena mereka tertarik untuk langsung mempraktikannya tanpa mengikuti intruksi terlebih dahulu, oleh karena itu anak tipe kinestetik ini sering kali dicap anak nakal. Cara belajar anak tipe ini cenderung lebih suka berekperimen dibandikan hanya membaca atau mengetahuinya saja. Mereka juga suka mempraktikkan apa yang dilakukan oleh orang dewasa dan langsung mempraktikkannya. Coba tanyakan kepada anak Anda apakah yang dia pikirkan tentang ‘anak ayam’, jika ia menjawab yang berhubungan dengan sentuhan dan rasa, maka besar kemungkinan anak anda adalah tipe kinestetik.